FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG BERKONTRIBUSI TERHADAP GANGGUAN BELAJAR SPESIFIK PADA ANAK USIA DINI
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan merangkum faktor-faktor risiko yang berkontribusi terhadap munculnya
gangguan belajar pada anak usia dini berdasarkan kajian berbagai studi empiris. Hasil telaah menunjukkan bahwa gangguan
belajar dipengaruhi oleh kombinasi faktor biologis, lingkungan, dan neurokognitif yang bekerja secara saling berinteraksi.
Faktor biologis, seperti riwayat perawatan neonatal, paparan risiko selama kehamilan, serta kondisi medis kronis anak,
terbukti meningkatkan kerentanan terhadap kesulitan belajar. Faktor lingkungan keluarga, termasuk rendahnya pendidikan
orang tua, kebiasaan merokok selama kehamilan, konflik antar orang tua, dan paparan kekerasan fisik maupun emosional,
muncul sebagai prediktor signifikan gangguan perkembangan belajar. Dari aspek neurokognitif, hambatan pada kesadaran
fonologis, kecepatan pemrosesan, perhatian, serta kemampuan dasar numerik berperan besar terhadap kesulitan membaca,
menulis, dan berhitung pada usia sekolah. Selain itu, tingginya kecemasan dan masalah regulasi diri pada anak turut
memperparah hambatan belajar yang dialami. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa gangguan belajar pada
anak usia dini bersifat multifaktorial, dan deteksi dini berbasis skrining komprehensif sangat diperlukan untuk
mencegah dampak jangka panjang terhadap perkembangan akademik dan psikososial anak.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mutia Rika, Nurul Izzah, Suci Nur Amelia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
