PENGGUNAAN METODE KOMUNIKASI ALTERNATIF DAN AUGMENTATIF (AAC) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANAK TUNAGRAHITA

Authors

  • Neza Vitdia Desnila Universitas Negeri Padang
  • Siti Nabila Nuzla
  • Nazla Salsabila Universitas Negeri Padang

Abstract

Tunagrahita merupakan kondisi keterbatasan intelektual yang ditandai dengan kemampuan kognitif di bawah rata-rata serta
hambatan dalam keterampilan adaptif, termasuk komunikasi, interaksi sosial, dan kemandirian. Anak dengan tunagrahita
sering menghadapi kesulitan dalam mengekspresikan kebutuhan, memahami instruksi, maupun berpartisipasi aktif dalam
lingkungan belajar. Hambatan komunikasi ini berdampak pada keterlibatan mereka di sekolah dan kualitas interaksi dengan
keluarga maupun masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan strategi intervensi yang tepat untuk mendukung perkembangan
komunikasi mereka. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan adalah metode komunikasi alternatif dan augmentatif
(AAC), yaitu sistem komunikasi yang memanfaatkan simbol, gambar, perangkat teknologi, maupun strategi non-verbal
untuk membantu anak menyampaikan pesan dan memahami informasi. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara
sistematis 11 artikel yang membahas penerapan AAC dalam meningkatkan kemampuan komunikasi anak tunagrahita.
Metode Systematic Literature Review (SLR) digunakan dengan kriteria inklusi artikel yang relevan, terbit dalam kurun
waktu tertentu, dan berfokus pada intervensi AAC di konteks pendidikan maupun keluarga. Hasil analisis menunjukkan
bahwa AAC terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi ekspresif dan reseptif, memperluas kosakata,
serta memperbaiki kualitas interaksi sosial anak. Beberapa studi menekankan penggunaan media visual seperti picture
exchange communication system (PECS) dan perangkat berbasis teknologi sederhana yang memudahkan anak dalam
menyampaikan kebutuhan sehari-hari. Artikel lain menyoroti pentingnya keterlibatan guru dan orang tua dalam proses
pelatihan AAC, karena dukungan lingkungan terbukti mempercepat keberhasilan intervensi. Selain itu, ditemukan bahwa
penerapan AAC tidak hanya berpengaruh pada aspek komunikasi, tetapi juga meningkatkan motivasi belajar, rasa percaya
diri, dan partisipasi anak dalam kegiatan kelas. Secara keseluruhan, tinjauan sistematis ini menegaskan bahwa metode AAC
merupakan pendekatan yang adaptif, inklusif, dan efektif dalam mendukung perkembangan komunikasi anak tunagrahita.
Temuan dari 11 artikel yang ditinjau memberikan implikasi praktis bagi pendidik, terapis, dan keluarga untuk
mengintegrasikan AAC dalam program pendidikan khusus. Dengan demikian, penelitian ini memperkuat urgensi
penerapan AAC sebagai strategi intervensi yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup anak tunagrahita melalui
komunikasi yang lebih fungsional dan bermakna.

Downloads

Published

2026-06-23